Jumat, 12 Desember 2008

DUA NASEHAT ROSULULLAH UNTUK KEBAHAGIAAN

Ujung keinginan manusia adalah kebahagiaan, sehingga doa ‘Robbanaa aatinaa fiiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qinaa adzaa bannaar’ selalu diulang-ulang disetiap kali manusia menengadahkan tangannya untuk bermunajat kepada Allah.
Kebahagiaan yang ingin diraih tentu saja kebaikan di dunia dan di akhirat seperti arti doa di atas. Untuk mencapai kebahagiaan itu, Rasulullah telah menasehatkan dua hal yang sangat berharga bagi manusia. Nasihat yang harus kita renungkan untuk mencapai kebahagiaan.
Pertama, agar mengingat sesuatu yang selamanya diam dan tidak pernah berbicara serta pemutus segala kenikmatan dunia yaitu lubang kubur atau kematian (Al Maut). Kalau selalu mengingat lubang kubur, Insya Allah tidak akan berani melakukan perbuatan jahat di muka bumi ini, sebab begitu mati datang tidak ada yang kuasa menolaknya.
Semua yang kita miliki akan kita tinggalkan. Istri, anak, saudara, teman bahkan harta yang kita kumpulkan siang dan malam akan kita tinggalkan dan dinikmati oleh ahli waris. Kadang-kadang karena kurangnya ilmu, harta yang kita tinggalkan malah menjadi rebutan, sehingga tidak jarang terjadi permusuhan antar saudara hanya karena harta. Naudzubillaahi min dzaalik.
Harta sesungguhnya yang kita miliki dan menjadi bekal untuk menghadap Allah adalah apa yang kita korbankan dan belanjakan di jalan Allah. Kalau kita mempunyai seratus ribu, dan yang disedekahkan seribu, maka uang seribu rupiah itulah yang sesungguhnya milik kita bukan yang tersimpan dan tersisa di dunia, sebab mungkin yang disimpan itu akan menjadi milik pencuri yang sudah mengincarnya.
Kedua, agar mengingat sesuatu yang selamanya berbicara dan tidak pernah diam, yaitu Al Qur’an Al Karim. Setiap kita menghadapi kesulitan, maka Al Qur’an memberikan solusinya. Kalau kita memperhatikan dan mempelajari Al Qur’an, maka akan kita temui keagungan ajaran Islam. Sekalipun Allah tidak membeda-bedakan pemberian rezki di dunia ini kepada manusia apakah ia mukmin atau kafir, tetapi kebahagiaan yang sebenarnya hanya diberikan kepada orang-orang yang mukmin di akhirat kelak, “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (Al Isroo’ : 82)
Al Quran mengandung inti sari kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu, ditambah ajaran-ajaran yang diperlukan semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (uqi / berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar